“Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepadanya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik. Dan dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahma Nya (hujan) hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung, kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu kami turunkan hujan di daerah itu. Maka kami keluarkan dengan sebab hujan itu berbagai macam buah-buahan. Seperti itulah kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran. Dan tanah yang baik, tanam-tanamannya tumbuh dengan seizin Allah, dan tanah yang tidak subur, tanaman-tanamannya hanya tumbuh merana. Demikianlah kami mengulangi tanda-tanda kebesaran (Kami)bagi orang-orang yang bersyukur.” (QS Al A’raf : 56-58)

Twitter

Berkreasi dengan Styrofoam Kelemahan dan Keuntungannya

Posted by Antonio Suharto - -

Styrofoam atau gabus atau busa adalah benda atau materi yang terbentuk dari bahan yang mengandung CFC. Sebagian besar masyarakat Indonesia tahu pasti yang namanya mengandung CFC pasti merusak lapisan ozon Bumi. Tetapi styrofoam hanya dapat merusak Bumi apabila dibakar langsung di ruangan terbuka.

Kini yang namanya styrofoam banyak sekali kegunaannya mulai dari untuk mengemas makanan, minuman, peralatan elektronik seperti televisi dan komputer, dan sebagainya. Styrofoam dalam kegunaannya dalam membungkus makanan dapat mencegah kebocoran, menjaga bentuk makanan, dan dapat mempertahankan suhu makanan tersebut.

Tahukah Anda bahwa styrofoam yang Anda gunakan mungkin dapat membawa makanan dan minuman dengan praktis. Tetapi apabila hal ini sudah menjadi kebiasaan, makanan dan minuman yang Anda konsumsi dapat menyebabkan kanker dan gangguan sistem reproduksi. Mau tahu kenapa? Coba saja Anda bayangkan ternyata bahan dari styrofoam sama seperti zat yang terkandung di dalam pipa PVC atau paralon. Apabila bahan tersebut masuk ke dalam sistem pencernaan kita maka besar kemungkinan bahan tersebut dapat menumpuk dan berubah menjadi penyebab kanker. Lebih parah lagi bila menumpuknya di dalam ginjal. Sungguh mengerikan!

Memang kita belum merasakan kanker tersebut, tetapi kanker mulai terasa apabila kondisi tubuh kita tak lagi memungkinkan atau umur kita sudah di atas 30 tahun. Hal yang akan saya bahas bukanlah tentang dampak styrofoam dengan kesehatan, yang akan saya bahas adalah tentang kerajinan dari bahan styrofoam.

Para pelajar di Indonesia memang masih menjaga budaya Indonesia yang terkenal dengan kekreatifitasannya. Tidak seperti pelajar di negara lain yang hanya menjadi plagiat bangsa lain. Styrofoam ternyata dapat dijadikan media untuk memberikan pendapat atau kreasi-kreasi layaknya di Facebook dan Twitter. Mungkin dari hal inilah pelajar Indonesia mendapatkan inspirasi untuk membuat media seperti tampak pada gambar di bawah ini.
Mading sebuah kreasi pelajar dengan media styrofoam
(Sumber foto: Penulis)

Majalah dinding atau wall magazine adalah media sudah tak asing lagi bagi para pelajar Indonesia. Media ini dapat dijadikan sebagai media berekspresi pelajar mengembangkan bakatnya terutama dalam hal menulis dan menggambar. Selain itu, ternyata para pelajar Indonesia sudah dapat membantu kita dalam program menyelamatkan Bumi dari bahaya CFC.

Media styrofoam selain dapat merusak Bumi dan kesehatan, ternyata ada hal baiknya juga seperti halnya mading di atas.

Jadi, daripada kita membuang styrofoam sembarangan lebih baik kita berkreasi membuat sesuatu dengan styrofoam. Apalagi kalau kreasi tersebut dapat kita jadikan untuk membuka usaha kerja mungkin lumayan juga pendapatan yang kita peroleh. Selain menguntungkan bagi kita, menguntungkan juga bagi lingkungan hidup di Bumi.

2 Responses so far.

  1. Betul itu... Styrofoam nggak selamanya merugikan, walaupun kerugian dalam jangka panjang lebih besar ketimbang keuntungannya...

    Dan selama ini, belum ada yang membudayakan pembungkus alami seperti daun pisang untuk sehari-hari...

  2. ANTONIO says:

    Terima kasih... :)

    Sebenarnya bila kita sangat mencintai budaya Indonesia, gunakanlah pembungkus makanan seperti daun pisang atau daun jati karena selain aman bagi kesehatan cita rasa makanannya bahkan lebih mantap... :q

Leave a Reply

Terima kasih telah mengomentari postingan saya :)