“Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepadanya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik. Dan dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahma Nya (hujan) hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung, kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu kami turunkan hujan di daerah itu. Maka kami keluarkan dengan sebab hujan itu berbagai macam buah-buahan. Seperti itulah kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran. Dan tanah yang baik, tanam-tanamannya tumbuh dengan seizin Allah, dan tanah yang tidak subur, tanaman-tanamannya hanya tumbuh merana. Demikianlah kami mengulangi tanda-tanda kebesaran (Kami)bagi orang-orang yang bersyukur.” (QS Al A’raf : 56-58)

Twitter

Transportasi Massal Mengurangi Dampak Polusi dan Menghemat Sumber Daya Alam

Posted by Antonio Suharto - -

Angkutan perkotaan Majalengka
(Sumber foto: Penulis)
Pada kesempatan kali ini, saya sebagai admin blog ini akan menyampaikan sesuatu tentang kelebihan transportasi massal dalam mengurangi dampak polusi dan menghemat sumber daya alam. Inspirasi ini muncul di saat saya sedang menaiki angkot menuju sekolah. Daripada berlama-lama dengan basa basi yang pada akhirnya terasa garing lebih baik kita langsung saja masuk ke dalam topiknya. Yuk... Mari! :'D

Tentu sobat tidak asing lagi dengan kendaraan seperti bus, angkutan perkotaan (angkot), kerata api, dan pesawat terbang. Ya, itu adalah berbagai macam transportasi massal yang pernah kita tumpangi dan setiap hari lalu lalang di jalanan kota di lintasannya masing-masing mengikuti rutenya. Tetapi saya tidak akan membahas tentang semua transportasi massal, yang akan saya bicarakan adalah tentang bus dan angkot. Mengapa bus dan angkot? Ada masalah apakah dengan mereka? Tentu saja ada! Seperti ini masalahnya... (hehehe...tanya sendiri jawab sendiri... XD)

Sampai saat ini semakin banyak saja masyarakat Indonesia menggunakan kendaraan berm
otor pribadinya. Mulai dari pelajar SMP, SMA, mahasiswa, dan masyarakat pada umumnya sudah memiliki kendaraan pribadi. Hal ini juga tampak di setiap jalan raya pada kota-kota di seluruh penjuru Indonesia. Hal ini juga menyebabkan udara di kota-kota menjadi tidak bersih dan berbahaya bagi kesehatan.
Kendaraan yang kini dipakai para pelajar Indonesia
(Sumber foto: Penulis)
Sebagian besar masyarakat Indonesia telah banyak terpengaruh oleh gaya hidup konsumerisme demi menjunjung tinggi prestise dan gengsi tersendiri (hehehe...maaf boss kalau tersinggung memang kenyataannya sekarang seperti itu). Dikarenakan gaya hidup masyarakat Indonesia yang demikian, para produsen kendaraan bermotor dengan cepat mengeluarkan model-model kendaraan terbaru dengan inovasi yang makin canggih.
Model kendaraan yang makin canggih
(Sumber foto: Penulis)
Telah banyak masyarakat Indonesia tidak tertarik lagi dan menjauh dengan transportasi massal seperti bus dan angkot. Mungkin di benak masyarakat Indonesia naik kendaraan seperti angkot hanya membuang-buang uang saja, supirnya sering ugal-ugalan mencari penumpang lain, suasananya sumpek, panas, bau, dan membuat pusing kepala. Padahal dengan menggunakan kendaraan tersebut masyarakat Indonesia tidak akan lagi terjebak dalam kemacetan lalu lintas dan polusi udara pun berkurang. Coba saja sobat bayangkan apabila seluruh masyarakat Indonesia senang menggunakan transportasi massal pasti selain kemacetan berkurang, waktu yang kita gunakan juga sangat singkat untuk mencapai tujuan.
Transportasi massal mengurangi kemacetan
(Sumber foto: Penulis)
Transportasi massal juga dapat mengurangi penggunaan sumber daya alam yang berlebihan seperti bensin. Dengan menggunakan transportasi massal, cadangan minyak bumi di Indonesia tidak akan cepat habis karena jumlah bensin yang akan dipasok ke setiap kendaraan bermotor tidak terlalu banyak. Selain itu, negara kita Indonesia juga dapat mengekspor hasil olahan minyak bumi ke negara lain untuk menambah devisa negara. Oh ya ada yang terlupakan nih! Dengan menggunakan transportasi massal polusi udara akan berkurang dan udara yang kita hirup juga menyehatkan.
Makin banyak kendaraan pribadi maka makin banyak bensin yang dipasok
(Sumber foto: Google)

Huft...! Mari kita bernapas sejenak... =,= (^_^)?

Jadi, dari semua pembicaraan tersebut lebih baik kita menggunakan transportasi massal untuk mengurangi dampak polusi udara dan kita juga dapat membantu menambah devisa negara sehingga Indonesia cepat maju dan rakyatnya pun sejahtera dan sehat sentosa.

Leave a Reply

Terima kasih telah mengomentari postingan saya :)