“Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepadanya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik. Dan dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahma Nya (hujan) hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung, kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu kami turunkan hujan di daerah itu. Maka kami keluarkan dengan sebab hujan itu berbagai macam buah-buahan. Seperti itulah kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran. Dan tanah yang baik, tanam-tanamannya tumbuh dengan seizin Allah, dan tanah yang tidak subur, tanaman-tanamannya hanya tumbuh merana. Demikianlah kami mengulangi tanda-tanda kebesaran (Kami)bagi orang-orang yang bersyukur.” (QS Al A’raf : 56-58)

Twitter

Selamatkan Bumi dari Pencemaran Air

Posted by Antonio Suharto - -

Huft... ! Dari judulnya saja kita sudah tidak asing dengan nama itu. Di koran, televisi, radio, bahkan internet sering terdengar nama itu. Bahkan dari membaca judulnya saja kebanyakan masyarakat pasti berpikir langsung bahwa isinya tentang sungai yang kotor, banjir, pembuangan limbah industri, dan sebagainya.

Sungai yang bersih
(Sumber foto: Google.com)

Semua tanggapan dan prasangka buruk itu salah, yang akan saya sampaikan adalah hal-hal yang menyebabkan pemcemaran air, apa dampaknya bagi lingkungan, siapakah yang harus bertanggung jawab atas pemcemaran air, dan upaya penaggulangannya.

Pertama-tama saya akan menyampaikan tentang hal yang yang menyebabkan pencemaran air. Pencemaran air dapat disebabkan oleh banyak hal, di antaranya:
  1. Peningkatan eutrofikasi air.
  2. Banyaknya orang-orang yang membuang limbah secara sembarangan, mulai dari limbah rumah tangga sampai limbah industri.
  3. Banyaknya orang-orang yang membuang sampah rumah tangga ke aliran air atau sungai.
Dari penyebab pemcemaran air itu akan menghasilkan dampak yang luar binasa (Ingat ! Binasa...bukan biasa), di antaranya:
  1. Merusak ekosistem air.
  2. Mengubah sifat dan kandungan kimia air walaupun air itu tampak bersih dan aman bagi tubuh.
  3. Menyulitkan untuk memperoleh air bersih.
  4. Menjadi sarang penyakit.
Dari hal-hal yang telah dibaca, sekarang kita bertanya siapakah yang bertanggung jawab atas pemcemaran air itu. Apakah pemerintah ? Bukan. Apakah pemilik industri yang membuang limbah sembarang? Bukan juga. Jadi, siapakah yang harus bertanggung jawab atas pemcemaran air itu, jawabannya adalah diri kita sendiri. Walaupun yang sering terdengar yang melakukan pencemaran air adalah dari pihak industri, tetapi mengapa kita tidak menjaga kebersihan air kita sendiri.

Lalu bagaimana penaggulangannya ? Sebenarnya mudah, karena di blog Indo Greeny semua hal yang mengenai permasalahan energi dan lingkungan hidup akan diberikan tips-tips sederhana namun jitu untuk menyelamatkan kelestarian Bumi. Baiklah inilah caranya:
  1. Gunkanlah air secukupnya dan seperlunya saja.
  2. Hindari penggunaan produk yang tidak dapat terurai di air.
  3. Bersihkanlah aliran air dari tumpukan sampah atau material yang menghambat aliran air.
  4. Jangan buang sampah ke aliran air.
Pencemaran air yang sangat parah
(Sumber foto: Google.com)
Bagaimana mudah dan sederhana sekali, bukan ? Tak akan yang sulit untuk melestarikan lingkungan. Karena hanya kita yang dapat menjaga lingkungan kita sendiri. Mulailah menjaga lingkungan dari kita sendiri, setelah itu barulah menjaga lingkungan untuk keselamatan orang lain.

One Response so far.

Leave a Reply

Terima kasih telah mengomentari postingan saya :)