“Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepadanya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik. Dan dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahma Nya (hujan) hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung, kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu kami turunkan hujan di daerah itu. Maka kami keluarkan dengan sebab hujan itu berbagai macam buah-buahan. Seperti itulah kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran. Dan tanah yang baik, tanam-tanamannya tumbuh dengan seizin Allah, dan tanah yang tidak subur, tanaman-tanamannya hanya tumbuh merana. Demikianlah kami mengulangi tanda-tanda kebesaran (Kami)bagi orang-orang yang bersyukur.” (QS Al A’raf : 56-58)

Twitter

Sekolah Berwawasan Lingkungan Cermin Kepedulian Pelajar Indonesia Terhadap Lingkungan

Posted by Antonio Suharto - -

SMA Negeri 1 Kasokandel Majalengka 
(Sumber foto: Penulis)
Sekolah merupakan salah satu tempat di mana para pelajar menggali dan menimba ilmu untuk bekal mereka menghadapi tantangan hidup di masa depan. Sekolah juga merupakan sarana untuk melatih para pelajar menjadi generasi yang pandai bersosialisasi dalam kehidupan bermasyarakat.
Sekolah untuk menggali dan menimba ilmu
(Sumber foto: Penulis)
Pada tahun ini, banyak sekolah-sekolah yang menggalakkan sekolahnya menjadi sekolah yang berwawasan pada lingkungan (SBL) atau dalam bahasa kerennya adalah "The Green School".

Dari namanya saja kita mungkin sudah mengerti tentang Sekolah Berwawasan Lingkungan (SBL). Sekolah Berwawasan Lingkungan (SBL) adalah sekolah di mana para warga sekolah selain melaksanakan kegiatan belajar mengajar juga turut andil dalam menerapkan dan menjaga kelestarian lingkungan sekolahnya demi keselamatan lingkungan di Bumi kita tercinta ini agar tercipta suasana belajar mengajar yang inspiratif, menyenangkan, nyaman, dan dalam iklim yang kondusif.
Sekolah percontohan SBL pertama di Jawa Barat
(Sumber foto: Penulis)
Salah satu sekolah yang sukses menerapkan Sekolah Berwawasan Lingkungan (SBL) ini adalah SMA Negeri 1 Kasokandel Majalengka, sekolah ini telah menjadi sekolah pertama yang menjadi percontohan SBL bagi seluruh sekolah khususnya di daerah provinsi Jawa Barat.

Penerapan SBL di SMA Negeri 1 Kasokandel Majalengka dilakukan dengan berbagai macam cara dan kegiatan yang telah banyak dilakukan oleh kebanyakan sekolah pada umumnya bahkan lebih, di antaranya:

1. Pembuatan dan Pelestarian Taman Kelas

Di sekolah-sekolah lain mungkin yang tampak hijau adalah taman utama dan taman ruang guru saja yang tampak hijau, tetapi di SMA Negeri 1 Kasokandel di setiap kelas dan ruangannya tampak hijau dengan kegiatan berikut.
Pembuatan taman kelas oleh seluruh murid
(Sumber foto: Penulis)
Kegiatan ini adalah kegiatan di mana seluruh murid pada kelasnya masing-masing diwajibkan untuk menanam 1 (satu) jenis tanaman yanng akan ditanam di lahan depan koridor kelas, di mana pada setiap kelas (21 ruang) terdapat 40 murid. Masing-masing kelas diberikan lahan seluas 3x7 meter untuk ditanami berbagai macam tanaman.

Kegiatan ini telah berlangsung lama dari angkatan yang satu ke angkatan yang berikutnya. Kegiatan ini selalu dikoordinir oleh guru mata pelajaran Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) atau oleh ketua kelas masing-masing.

Selain penanaman, pelestarian pun turut dilakukan dengan cara mengamati pertumbuhan tanaman secara periodik dan pemeliharaan yang ekstra hati-hati.
Pelestarian taman kelas oleh seluruh murid
(Sumber foto: Penulis) 
2. Tong Sampah Organik dan Anorganik

Inilah yang tak kalah penting dari bagian gaya hidup warga SMA Negeri 1 Kasokandel Majalengka, yaitu tong sampah organik dan anorganik. Kedua tong sampah ini dibuat oleh sekolah dengan bantuan dari pihak OSIS lalu diletakkan di depan kelas masing-masing.
Tong sampah organik dan anorganik
(Sumber foto: Penulis)
Hal ini bertujuan agar setiap murid dapat mengetahui sampah mana yamg bersifat organik dan anorganik, serta para guru dapat memberikan penilaian tentang kepedulian siswa-siswi terhadap lingkungan.

3. Kompetisi Kelas Terbaik

Kompetisi ini diselenggarakan setiap 1 (satu) tahun sekali terutama pada peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia setiap tanggal 17 Agustus. Kompetisi ini selalu diadakan oleh pihak OSIS. Kompetisi ini bertujuan agar para siswa-siswi SMA Negeri 1 Kasokandel dapat memelihara lingkungan mulai dari kebersihan diri sendiri, kebersihan dan kebersihan kelas, dan bahkan kepedulian siswa-siswi terhadap lingkungan sekolah yang hijau.
Para murid bergotong royong untuk meraih penghargaan kelas terbaik
(Sumber foto: Penulis)
Kriteria penilaian kompetisi ini dinilai berdasarkan kedisiplinan siswa-siswi pada kelasnya masing-masing, tata interior dan eksterior kelasnya masing-masing, kehadiran siswa-siswi di kelasnya masing-masing, dan yang paling menentukan adalah tentang keadaan taman kelas mereka masing-masing apakah tanaman kelas mereka terawat dengan baik atau kurang baik.
Taman kelas jurusan IPA
(Sumber foto: Penulis)
Taman kelas jurusan IPS
(Sumber foto: Penulis)
Taman kelas X
(Sumber foto: Penulis)
Sebenarnya masih banyak lagi berbagai macam cara yang dilakukan warga SMA Negeri 1 Kasokandel Majalengka untuk memelihara dan melestarikan lingkungan untuk Bumi kita tercinta ini.

Tetapi yang terpenting dari semua ini adalah marilah kita jaga lingkungan hidup kita di Bumi ini agar tercipta keselarasan antara kebutuhan kita dengan kehidupan Bumi ini. Terutama kepada seluruh pelajar khususnya pelajar Indonesia sebagai generasi penerus perjuangan bangsa dan penerus perjuangan lingkungan di Zamrud Khatulistiwa.

2 Responses so far.

  1. Anonim says:

    fotonya keren.........

Leave a Reply

Terima kasih telah mengomentari postingan saya :)